-->

Hal yang Menyebabkan Kucing Muntah dan Cara Mengatasinya

Kucing muntah adalah kondisi yang sering dialami oleh kucing, ketika kucing akan muntah biasanya sering diawali dengan keluarnya air liur dan beberapa ciri kucing muntah lainnya. Penyebab Kucing muntah bisa diakibatkan oleh berbagai hal mulai dari hal yang sepele sampai dengan hal yang membahayakan seperti masalah dalam pencernaan kucing.


Muntah bisa terjadi pada semua kucing, mulai dari kucing yang masih kecil sampai dengan kucing yang sudah dewasa. Muntah pada kucing adalah kondisi dimana lambung kucing mengeluarkan isinya melalui mulut akibat dorongan dari dalam perut kucing (Kontraksi Abdomen).


Kenapa Kucing Tiba tiba Lemas?


Kucing muntah disebabkan karena rangsangan di pusat muntah dari otak kucing yang berhubungan dengan saluran pencernaan, hal tersebut membuat kontraksi ke arah atas saluran pencernaan (Kontraksi Antiperistaltik)  yang menjadikan makanan yang sudah masuk kedalam usus kembali ke usus 12 belas jari (Duodenum) dan lambung. Makanan yang sudah terkumpul tersebut akhirnya mengganggu kinerja lambung pada kucing dan membuat tekanan dalam lambung, hal itulah yang membuat isi dalam lambung keluar melalui saluran kerongkongan dan mulut kucing.


Umumnya kucing  sering muntah lebih banyak jika dibandingkan dengan hewan lain karena pada dasarnya kucing bisa mengeluarkan sesuatu dari tubuhnya melalui muntah jika ada sesuatu yang tidak beres didalam tubuhnya. Hal yang perlu dicatat dalam muntah kucing adalah seberapa banyak kucing muntah, seberapa sering kucing muntah, jumlah muntah kucing dibandingkan yang kucing makan dan juga jenis muntah kucing.


Ketika kucing kalian muntah maka kalian jangan langsung panik, namun kalian harus tenang dan mencari tahu apa yang menyebabkan kucing muntah, setelah itu baru mencari tahu cara mengobati kucing muntah. Ada banyak faktor yang menyebabkan kucing muntah, dibawah ini adalah beberapa hal yang menyebabkan muntahnya kucing.


Penyebab Kucing Muntah


Penyebab Kucing Muntah Busa

Hairball Kucing

Kucing adalah hewan yang mandiri dan bisa membersihkan dirinya sendiri dengan cara menjilati tubuhnya. Lidah kucing digunakan untuk membersihkan kotoran pada tubuh kucing dan juga mengangkat bulu yang mati atau rontok, bulu mati tersebut kemudian ikut masuk kedalam tubuh kucing dan menumpuk didalam.


Baca Juga : Hairball yang Sering Terjadi pada Kucing


Ketika bulu yang menumpuk tersebut sudah banyak maka kucing akan memuntahkan bulu tersebut keluar dari dalam, biasanya bulu tersebut keluar dengan bercampur dengan cairan.


Hairball atau muntah bulu kucing merupakan hal yang sudah biasa untuk kucing, jadi tidak ada yang perlu untuk dikhawatirkan ketika kucing kalian mengalami hairball. Rawatlah bulu kucing dengan baik untuk mengurangi hairball pada kucing.


Kucing Sedang Hamil

Selain manusia yang muntah pada saat hamil, kucing pun juga bisa mengalami hal tersebut. Ketika kucing hamil muda biasanya kucing akan mengalami muntah, awalnya kucing akan mengalami penurunan nafsu makan dan juga mual setelah itu maka biasanya kucing akan muntah, namun dengan jumlah yang sedikit.


Baca Juga : Mengetahui Detail Kehamilan Kucing


Kucing muntah saat hamil biasanya hanya terjadi pada awal kehamilan kucing, ketika usia kehamilan kucing sudah masuk pertengahan maka kucing tidak mengalami muntah kembali. Jika kalian mempunyai kucing yang sedang hamil dan muntah maka kalian tidak perlu cemas, muntah pada kucing hamil merupakan hal yang wajar dialami oleh kucing.


Kucing Keracunan

Muntah juga merupakan ciri kucing keracunan, ketika kucing keracunan maka tubuh kucing akan berusaha mengeluarkan racun tersebut dari dalam tubuhnya dengan cara memuntahkannya. Keracunan bisa menyebabkan hal yang berbahaya bagi kucing, biasanya saat kucing keracunan selain muntah juga disertai dengan diare.


Baca Juga : Dehidrasi Berbahaya untuk Kucing


Ketika kucing muntah dengan disertai diare maka kucing bisa juga terkena dehidrasi untuk itu selalu jaga asupan air untuk kucing kalian ketika mengalami hal ini. Muntah pada kucing keracunan sedikit berbeda dengan muntah pada umumnya, biasanya kucing yang keracunan akan memuntahkan busa berwarna putih disertai dengan cairan lainnya.


Kucing Terinfeksi Virus

Kucing muntah juga bisa disebabkan oleh virus, ketika kucing terkena virus biasanya kucing akan muntah disertai dengan diare secara terus menerus sampai kucing lemas. Hal ini bisa menyebabkan nyawa kucing dalam bahaya atau bisa menyebabkan kematian jika tidak diatasi dengan cepat. Salah satu virus yang berbahaya untuk kucing dan memiliki angka kematian yang tinggi adalah Virus Panleukopenia Kucing.


Baca Juga : Feline Panleukopenia pada Kucing


Virus panleukopenia merupakan virus pada kucing yang menyerang saluran pencernaan pada kucing, tentunya muntah adalah salah satu ciri kucing terkena virus. Ketika kucing terkena panleukopenia dan tidak ditangani dengan cepat maka kucing bisa mati hanya dalam hitungan hari atau bahkan jam, untuk itu selalu jaga kondisi kucing kalian dengan memberikan nutrisi yang baik dan memberikan vaksinasi.


Kucing Cacingan

Ketika kucing cacingan biasanya kucing akan mengalami penurunan berat badan dengan disertai menurunnya nafsu makan, diare dan juga kucing akan sering muntah. Kucing cacingan bisa dilihat dari muntah yang dikeluarkan oleh kucing tersebut, ketika muntah tersebut bercampur dengan cacing maka sudah bisa dipastikan bahwa kucing kalian cacingan.


Cacing merupakan parasit internal dengan berbagai macam jenis, parasit yang sering menyerang kucing antara lain adalah cacing tambang, cacing gelang, cacing pita, cacing kuku dan berbagai jenis cacing lainnya pada kucing.


Kucing cacingan selain membuat kucing muntah juga menyebabkan turunnya daya tahan tubuh kucing, oleh sebab itu ketika kucing cacingan kucing juga akan lebih rentan untuk terkena penyakit lain dan juga parasit lainnya.


Berikan obat cacing pada kucing untuk menangani kucing cacingan, obat cacing kucing sendiri ada dua jenis yaitu padat dan juga cair, Pemberian obat cacing cair lebih mudah karena bisa diberikan dengan dicampur dengan makanan atau menggunakan spuit, namun jangka waktu pemberiannya lebih sering daripada obat cacing padat.


Pemberian obat cacing padat seperti drontal dan caniverm lebih disarankan karena obat cacing cair tidak biasa membunuh semua jenis cacing pada kucing sedangkan obat cacing padat hampir bisa mengatasi semua jenis cacing pada kucing.


Pergantian Makanan Kucing

Mengganti makanan kucing juga bisa menyebabkan kucing muntah, pergantian makanan lama dengan makanan baru pada kucing bisa menyebabkan permasalahan pada pencernaan kucing karena pencernaan kucing belum terbiasa dengan makanan baru yang diberikan.


Pencernaan kucing sangat sensitif terhadap makanan yang diberikan, oleh sebab itu muntah pada kucing yang baru saja mengalami pergantian makanan adalah hal yang wajar. Bukan hanya muntah namun dalam kasus yang lebih serius kucing juga bisa mengalami diare beberapa hari ketika baru ganti makanan.


Ketika berniat mengganti makanan kucing lakukan secara bertahap dan jangan sekaligus menggantinya, berikan campuran makanan lama dengan makanan baru secara bertahap sampai pencernaan kucing terbiasa dengan makanan tersebut. Dengan melakukannya maka kucing akan lebih punya waktu untuk terbiasa dalam proses pergantian makanan.


Kucing Alergi Makanan

Hampir sama dengan pergantian makanan kucing secara mendadak, beberapa kucing bisa mengalami alergi makanan karena memiliki pencernaan yang sensitif. Perhatikan kucing ketika baru saja makan, apabilan kucing mengalami gejala gatal, muntah, diare maka bisa saja kucing alergi dengan makanan yang kalian berikan.


Alergi makanan adalah salah satu penyebab muntah kucing, untuk itu kalian harus cermat dalam memberikan makanan untuk kucing kalian. Beberapa kucing membutuhkan makanan khusus untuknya karena setiap kucing memiliki sistem pencernaan yang berbeda antara kucing satu dengan yang lainnya.


Kucing Tersedak

Salah satu penyebab kucing muntah lainnya adalah tersedak, selain manusia kucing juga bisa tersedak. Tersedak pada kucing bisa dialami oleh semua usia kucing dari kucing kecil sampai kucing yang sudah dewasa. Biasanya kucing dewasa yang tersedak dikarenakan kucing makan dengan terlalu cepat, selain itu kucing yang makan secara berlebihan juga bisa muntah karena tidak bisa mengetahui kapasitas tubuhnya.


Kucing kecil juga bisa tersedak ketika dia makan, kejadian yang paling sering membuat kucing kecil tersedak adalah ketika kita memberikan susu, vitamin, atau makanan tambahan menggunakan spuit. Hal ini sering dilakukan oleh semua orang yang memelihara kucing, ketika kita memberikan susu dengan spuit secara berlebihan terkadang kucing tersedak dan mengeluarkan susu melalui hidungnya lalu muntah.


Cermatlah dalam memberikan tepat makan pada kucing kesayangan kalian, hal ini dilakukan supaya kucing bisa makan dengan normal dan tidak terlalu cepat. Ketika memberikan susu atau vitamin menggunakan spuit, lakukan secara perlahan dan hati hati supaya kucing kecil tidak tersedak dan muntah.


Kucing Makan Benda yang tidak Bisa Dicerna

Seperti yang kalian tahu bahwa kucing bisa memuntahkan sesuatu dari tubuhnya jika ada yang tidak beres dengan pencernaannya, selain hairball kucing juga bisa memuntahkan benda lain seperti rumput, karet, dan berbagai benda kecil lainnya yang bisa dimakan oleh kucing.


Ketika kucing memakan sesuatu yang tidak bisa dicerna oleh pencernaannya maka kucing akan memuntahkan barang tersebut dengan cara memuntahkannya, hal ini merupakan alasan paling umum kucing muntah dan juga sering dialami oleh orang yang memelihara kucing.


Itulah beberapa hal yang umum untuk menyebabkan muntah pada kucing, ketika sudah mengetahui hal tersebut maka usahakan untuk meminimalisir supaya kucing kalian tidak sering untuk muntah. Muntah pada kucing juga bermacam macam, inilah beberapa jenis muntah pada kucing yang perlu kalian tahu.


Jenis Muntah Kucing


Kucing Muntah Bening

Kucing Muntah Kuning

Kucing dengan muntah yang berwarna kucing atau muntah lendir dengan disertai warna kuning ada kemungkinan kucing sedang mengalami gangguan pada hati atau juga bisa ginjal.


Kucing Muntah Darah

Kucing yang muntah dengan disertai darah bercampur dengan lendir biasanya kucing sedang mengalami gangguan pada pencernaan kucing di bagian usus, ketika kucing muntah coklat atau coklat gelap ada masalah di bagian usus sedangkan jika yang dikeluarkan muntah bercampur dengan darah segar bisa jadi ada luka di bagian saluran pencernaan kucing.


Kucing Muntah Lendir Putih

Kucing muntah dengan lendir berwarna putih bisa terjadi dalam beberapa kondisi kucing, ada kemungkinan kucing sedang hamil juga bisa muntah lendir berwarna putih, selain itu kucing muntah biasa juga bisa mengeluarkan muntah lendir dengan bercampur rumput atau benda kecil yang dimakan oleh kucing.


Kucing Muntah Busa

Kucing muntah busa biasanya identik dengan kucing yang keracunan oleh sesuatu, umumnya hal ini sering terjadi pada kucing kampung yang sering mencari tikus. Tikus yang terkena racun kemudian dimakan oleh kucing tersebut dan menyebabkan kucing keracunan dan muntah busa berwarna putih.


Kucing Muntah Hijau

Kucing yang muntah mengeluarkan cairan berwarna hijau dikatakan kucing sedang mengalami gangguan pada pancreas, hal ini sering disebut dengan radang pankreas atau inflasi usus. Ketika kucing mengalami hal tersebut maka biasanya kucing akan muntah empedu atau kucing muntah cairan berwarna hijau.


Kucing Muntah Cacing

Kucing yang muntah cacing ada kemungkinan kucing tersebut sedang cacingan, kucing yang cacingan bisa mengeluarkan muntah yang disertai dengan cacing karena cacing merupakan parasit yang menyerang sistem pencernaan kucing dari dalam. Jenis cacing yang menyerang pencernaan kucing sangat banyak sekali, salah satunya adalah cacing tangga.


Kucing Muntah Akut

Kucing yang tergolong muntah akut adalah kucing yang muntah 1 sampai dengan 2 kali sehari, dalam hal ini tidak ada hal khusus yang perlu dikhawatirkan karena ada kemungkinan muntah tersebut adalah muntah umum yang sering kucing alami, salah satunya adalah muntah hairball.


Kucing Muntah Kronis

Kucing yang tergolong muntah kronis adalah kucing yang muntah lebih dari dua kali dalam sehari, jika kucing kalian mengalami hal ini maka kalian perlu khawatir, apalagi jika muntah kucing berwarna seperti yang sudah disebutkan diatas. Ketika kalian mengetahui hal ini maka membawa kucing ke dokter adalah pilihan yang paling baik untuk kucing kalian.


Beberapa jenis muntah kucing diatas belum sepenuhnya benar, maka untuk lebih jelasnya jika kucing kalian mengalami muntah yang mencurigakan kalian bisa langsung membawa ke dokter supaya keterangan yang diberikan lebih jelas. Beberapa muntah kucing juga bisa ditangani dan diobati dirumah, berikut adalah cara menangani kucing muntah dan juga cara mengobati kucing muntah.


Cara Mencegah Kucing Muntah

Seperti kalian tahu bahwa pilihan yang terbaik sebelum sesuatu terjadi adalah pencegahan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kucing muntah, antara lain adalah :


  • Menyisir bulu kucing atau menyikat bulu kucing supaya bulu kucing menjadi sehat dan tidak mengalami kerontokan
  • Membuang benda yang berbahaya jika dimakan oleh kucing
  • Memenuhi kebutuhan nutrisi kucing dengan memberikan makanan terbaik
  • Menjaga kebersihan kandang kucing
  • Memberikan suplemen tambahan untuk kucing
  • Memberikan vitamin untuk kucing
  • Memberikan vaksinasi untuk kucing supaya kucing tidak terkena virus yang mematikan


Cara Menangani Kucing Muntah

Ketika kucing sudah muntah, perhatikan bagaimana kondisi muntah yang terjadi pada kucing kalian. Ketika kucing muntah umum seperti hairball maka kalian bisa membiarkannya namun jika kucing muntah disebabkan oleh penyakit atau hal lainnya kalian perlu memberikan sedikit perawatan tambahan.


Apa Penyebab Kucing Muntah Berbusa?


Untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada kucing kalian harus memperhatikan konsumsi air kucing, berikan air yang bersih dan bila diperlukan berikan cairan elektrolit untuk kucing seperti pedialyte atau renalyte untuk kucing.


Berikan jeda dalam memberikan makan untuk kucing, hal ini dilakukan untuk memberikan pencernaan kucing istirahat. Umumnya ketika kucing sakit kucing tidak bisa mencerna makanan dengan baik, jadi tambahkan jam pemberian makan untuk kucing kalian.


Perawatan kucing muntah harus diberikan dengan muntah kucing itu sendiri, ketika kalian sudah memberikan perawatan semampu kalian namun kondisi kucing tidak kunjung membaik maka pilihan yang paling tepat adalah dengan membawanya ke vet atau drh.


Cara Mengobati Kucing Muntah

Pengobatan kucing muntah bisa diberikan dengan berbagai cara, misalnya jika kucing muntah karena keracunan maka kalian bisa memberikan air kelapa untuk menetralkan racun pada tubuh kucing. Meski hal ini tidak bisa menjamin keselamatan kucing 100% namun memberikan pertolongan lebih baik daripada tidak sama sekali.


Cara mengobati muntah umum pada kucing seperti hairball adalah dengan cara memberikan makanan yang bagus untuk kucing, selain menjaga kesehatan bulu juga bisa membantu menambah daya tahan tubuh kucing kalian.


Berikan makanan yang ramah untuk pencernaan kucing, misalnya dengan memberikan makanan basah atau juga bisa wet food buatan sendiri. Pemberian suplemen yang bagus untuk pencernaan kucing juga bisa dilakukan untuk mengobati kucing muntah.


Penanganan dan pengobatan kucing muntah harus dilakukan dengan benar, perhatikan muntah pada kucing sebelum melakukan tindakan. Ketika kalian sudah terbiasa dalam merawat kucing maka kalian pasti lebih mudah untuk memahami kucing, berikan keputusan yang tepat dalam perawatan kucing muntah, jangan lupa untuk bersabar dan tanggung jawab dalam merawat kucing. Demikian mengenai penyebab kucing muntah dan cara mengatasi kucing muntah, semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk semuanya.

LihatTutupKomentar