-->

Cara dan Proses Pergantian Makanan Kucing yang Baik dan Benar

Banyak sekali orang yang menanyakan tentang cara mengganti makanan kucing yang benar, hal ini mungkin disebabkan kurangnya pehamahan mengenai pergantian makanan kucing. Kebiasaan ganti ganti makanan kucing haruslah dihindari karena bisa menyebabkan masalah pencernaan pada kucing kita, namun dibalik itu semua kita terkadang kita juga harus mengganti makanan kucing pada kondisi tertentu.


Makanan kucing adalah faktor penentu utama perkembangan kucing, karena itulah yang kucing konsumsi setiap hari. Seperti yang kalian tahu, jika kebutuhan nutrisi kucing terpenuhi dari makanan yang kita berikan maka kucing pasti akan lebih sehat dan juga memiliki bulu serta daya tahan tubuh yang kuat.


Makanan Kucing Persia


Bagi kalian yang mengadopsi kucing dewasa maka sebaiknya berikan makanan yang sama dengan makanan pemilik sebelumnya, mengapa demikian? Karena pencernaan kucing tersebut sudah terbiasa dengan makanan lamanya, jadi ketika kalian mengganti makanan kucing secara mendadak ada kemungkinan kucing tidak akan mau makan atau akan terjadi masalah pada pencernaannya.


Arti dari ganti pakan kucing bisa dikatakan membiasakan pencernaan kucing dengan makanan yang belum pernah diberikan, tentunya kalian pasti pernah melihat kucing mencret atau diare ketika baru saja ganti makanan. Ketika hal itu terjadi mungkin kalian akan mengira jika makanan kucing yang kalian berikan jelek atau tidak cocok dengan kucing kalian, hal tersebut tidaklah benar.


Makanan kucing dengan harga mahal dan berkualitas baik masih bisa menyebabkan kucing mencret karena cara mengganti makanan kucing yang salah. Lalu apakah yang menyebabkan kucing mencret ketika baru ganti makanan?


Penyebab Kucing Mencret Setelah Ganti Makanan

Dalam sistem pencernaan kucing yang terdapat pada usus ada sebuah bakteri yang sering disebut dengan Flora Usus, Apakah itu? Flora Usus adalah kumpulan berbagai macam bakteri atau mikroorganisme yang baik dan tidak berbahaya untuk tubuh kucing. Bakteri tersebut berfungsi untuk membantu mencerna makanan yang diberikan supaya terserap dan bermanfaat untuk tubuh kucing dengan maksimal.


Jenis makanan kucing yang ada di pasaran sangat banyak sekali, tentunya setiap makanan tersebut memiliki komposisi dan kandungan nutrisi yang berbeda pula. Flora usus sendiri berkembang menurut bahan dan juga kandungan dari makanan yang diberikan, jadi semakin banyak dan bervariasi bahan dan kandungan makanan yang dikonsumsi maka semakin banyak pula jenis flora usus yang terdapat dalam tubuh kucing.


Ganti Pakan Maksudnya


Kucing yang diberikan makanan sama setiap waktu akan jarang mengalami masalah pencernaan jika dalam kondisi yang sehat, hal ini disebabkan karena flora usus dalam tubuhnya telah menyesuaikan diri dengan makanan yang diberikan dalam jangka waktu lama ini. Namun jika terjadi pergantian makanan secara mendadak, flora usus tidak akan bisa menyesuaikan diri secara langsung dalam menyerap makanan tersebut. Hal ini akan mengakibatkan sebagian makanan pada tubuh kucing tidak bisa dicerna dengan sempurna dan menyebabkan kucing mencret.


Terkadang hal ini memang membuat kita serba bingung, karena kita sudah menggunakan produk makanan kucing yang sering kita gunakan namun ada kucing baru yang tidak suka dengan makanan tersebut. Cara mengganti makanan kucing memang tidak bisa dilakukan secara langsung, kita harus melakukan transisi makanan kucing supaya kucing terbiasa dengan makanan baru.


Baca Juga : Biaya Bulanan Kucing Peliharaan


Memberikan makanan kucing terbaik dengan kandungan nutrisi yang bagus adalah hal yang harus kita lakukan, oleh sebab itu pergantian makanan kucing memang harus terjadi untuk menentukan makanan terbaik bagi kucing kita. Berikut ini adalah hal yang harus diperhatikan ketika memiliki keinginan mengganti makanan kucing.


Waktu Pergantian Makanan Kucing

Pada suatu kondisi tertentu kita memang harus melakukan pergantian makanan untuk kucing meski tidak berniat melakukannya, hal ini dikarenakan ada beberapa faktor pada kucing yang memang membutuhkan pergantian makanan. Kondisi apa saja yang mengharuskan kita mengganti makanan kucing?


Kucing Kehilangan Nafsu Makan

Kucing yang kehilangan nafsu makan cenderung tidak mau makan makanan yang kita berikan. Ada beberapa hal yang menyebabkan kucing tidak nafsu makan, hal ini bisa disebabkan oleh kucing yang sedang sakit, kucing birahi, atau bahkan bosan dengan makanan lamanya.


Baca Juga : Cara Meningkatkan Nafsu Makan pada Kucing


Salah satu cara mengatasi kucing yang tidak mau makan adalah dengan melakukan pergantian makanan yang kita berikan padanya. Kalian bisa memberikan makanan basah (Wet Food) untuk memancing nafsu makannya supaya kembali lagi, setelah pemberian beberapa porsi makanan cobalah untuk memberikan makanan lama yang biasanya.


Ketika kucing sudah makan dengan normal seperti sebelumnya, maka kalian bisa melanjutkan dengan memberikan makanan lama. Namun jika nafsu makan kucing belum kembali, cobalah untuk mengganti dengan makanan baru dan lihat perkembangannya.


Bertambahnya Umur Kucing

Kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan kucing tidak sama antara kucing kecil dengan kucing dewasa, untuk itu seiring bertambahnya umur kucing maka diperlukan untuk mengganti makanannya supaya nutrisi yang dibutuhkannya bisa tercukupi dengan makanan yang sesuai.


Kitten atau kucing yang masih kecil lebih aktif dalam aktivitas serta metabolismenya lebih tinggi dari kucing yang sudah dewasa, untuk itu kebutuhan kalori pada kucing yang masih kecil lebih tinggi. Makanan yang dikonsumsi anak kucing atau kitten harus memiliki kandungan protein, lemak, dan juga mineral untuk memaksimalkan masa pertumbuhannya.


Kebutuhan Nutrisi Kitten atau Anak Kucing


Tinggi Kalori

Kalori yang dibutuhkan kucing didapat dari protein, dalam pemberiannya minimal anak kucing harus mendapat 30% protein dalam kandungan makanan yang diberikan. Selain protein, lemak juga berperan dalam sumber kalori pada masa pertumbuhannya.


DHA

Menurut AAFCO (Association of American Feed Control Official) anak kucing membutuhkan DHA minimal sebesar 0.012% dalam kandungan makanan yang diberikan. DHA pada anak kucing memiliki peran penting dalam perkembangan otak dan juga penglihatannya.


Vitamin dan Mineral

Vitamin dan juga Mineral dibutuhkan anak kucing untuk mendukung sistem perkembangan daya tahan tubuh, selain itu mineral merupakan nutrisi yang dibutuhkan anak kucing untuk perkembangan tulangnya.


Kebutuhan Nutrisi Kucing Dewasa (1 sampai 7 Tahun)


Protein

Menurut AAFCO (Association of American Feed Control Official) kucing yang sudah dewasa membutuhkan minimal 26% protein dalam kandungan makanannya. Protein untuk kucing dewasa berguna untuk menjaga daya tahan tubuh, perkembangan otot, kesehatan kulit dan juga kesehatan bulu kucing.


Asam Lemak Esensial

Asam lemak esensial seperti omega 3 dan juga omega 6 untuk kucing berguna untuk menjaga kesehatan bulu dan kulit serta menjaga kesehatan saluran kemih kucing.


Baca Juga : Omega 3 dan 6 untuk Kucing


Karbohidrat

Sumber serat dan juga energi untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan pada kucing


Antioksidan

Antioksidan pada kucing berfungsi untuk menangkal radikal bebas sehingga bisa meningkatkan daya tahan tubuh kucing. Antioksidan bisa didapatkan dari Vitamin C dan juga Vitamin E serta mineral seperti Selenium.


Untuk kucing yang sudah dewasa atau sudah tua, kandungan dalam makanan yang diberikan harus ada glukosamin dan kondroitin. Kedua nutrisi tersebut berfungsi untuk menjaga sendi pada kucing usia lanjut supaya lebih terjaga.


Kebutuhan Nutrisi Kucing Tua atau Kucing yang sudah Senior


Protein Skala Tinggi

Untuk kucing yang sudah tua atau kucing senior, protein yang dibutuhkan harus protein dengan kualitas terbaik dan mudah dicerna oleh tubuhnya. Protein ini berfungsi untuk menjaga berat badan yang ideal untuk tubuh kucing tua.


Kandungan Lemak Baik

Asam omega 3 dan omega 6 yang termasuk dalam lemak baik sangat dibutuhkan oleh tubuh kucing yang sudah tua untuk menjaga kesehatan organ tubuh seperti jantung, ginjal serta persendian yang dimiliki kucing. Kandungan asam lemak ini berfungsi sebagai anti peradangan yang bisa menjaga kesehatan organ tubuh.


Antioksidan Tinggi

Pada kucing yang sudah tua atau senior, kekebalan tubuh sudah pasti akan mengalami penurunan. Dengan memberikan makanan dengan kandungan antioksidan tinggi maka daya tahan tubuh kucing yang mulai turun ini akan terbantu. Nutrisi dalam makanan yang berfungsi sebagai antioksidan adalah vitamin C, vitamin E dan juga Mineral Selenium.


Karena perbedaan kebutuhan nutrisi pada setiap umur kucing itulah dalam perkembangannya kita perlu melakukan pergantian makanan kucing. Tentunya kalian juga sudah mengetahui ada makanan kitten dan makanan kucing adult, meski ber merk sama namun kegunaannya berbeda dan biasanya harga makanan kitten lebih mahal karena kandungan nutrisi didalamnya lebih banyak.


Kucing yang Disteril

Kucing yang belum disterilisasi dan yang sudah disterilisasi pasti akan memiliki pola hidup yang berbeda. Ketika kucing sudah steril maka pola hidup yang dimiliki cenderung akan kekurangan aktivitas karena kucing lebih tenang dan kurang bergerak. Apabila konsumsi makanan yang diberikan tidak diperhatikan, maka berat badan yang berlebihan pada kucing bisa terjadi.


Baca Juga : Keuntungan yang Didapat Melakukan Sterilisasi pada Kucing


Perubahan pola hidup pada kucing steril tersebut harus disesuaikan dengan makanan yang diberikan. Kandungan protein harus lebih tinggi sedangkan kandungan lemak harus rendah. Makanan dengan kandungan serat yang bagus juga bisa membantu menjaga berat badan kucing, untuk itu apabila kalian mempunyai kucing yang sudah disteril pergantian makanan pada kucing juga perlu dipertimbangkan.


Perawatan Tambahan pada Bulu Kucing

Kebanyakan pemilik kucing terutama kucing yang berbulu panjang selalu menginginkan bulu kucingnya untuk selalu sehat dan juga terlihat indah. Dalam pemberian makanan pada kucing yang diinginkan kesehatan bulunya tidak boleh diberikan secara sembarangan karena akan mempengaruhi kesehatan bulu dan bahkan bisa menyebabkan kerontokan.


Makanan dengan kandungan nutrisi lengkap perlu diberikan untuk menjaga kesehatan bulu pada kucing, hal ini harus dilakukan karena protein dan juga lemak dalam makanan kucing adalah salah satu sel penyusun pada kesehatan bulu kucing, kandungan vitamin dan mineral juga ikut membantu menjaga kesehatan kulit.


Beberapa makanan pasti memiliki kandungan yang berbeda, untuk menunjang kesehatan bulu pada kucing tentunya kita juga harus memberikan makanan dengan kandungan yang bagus untuk bulu atau makanan yang dirancang khusus untuk kesehatan bulu.


Cara Mengganti Makanan Kucing yang Benar

Beberapa orang pernah menanyakan mengenai ciri ciri kucing tidak cocok makanan yang diberikan, hal ini mungkin disebabkan cara mengganti makanan kucing yang salah sehingga kucing menjadi mencret dan pemilik mengira makanan yang diberikan tidak cocok dengan kucingnya.


Pergantian makanan kucing memang sering membuat kucing mencret, meski hal ini sudah pasti dialami oleh semua kucing namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi hal tersebut.


Cara Mengganti Makanan Kucing


Mencari Rekomendasi Makanan Kucing yang Tepat

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menemukan makanan yang tepat untuk kucing kalian, dalam mencari informasi kalian bisa bertanya kepada sesama pecinta kucing dan sharing mengenai makanan kucing yang digunakan.


Misalnya kalian mencari merk makanan kucing yang tidak bikin mencret, kalian bisa menemukan informasi dengan mencari review makanan kucing di penelusuran internet atau forum kucing yang ada. Jangan lupa untuk memperhatikan kandungan nutrisi dalam makanan tersebut, supaya makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan kucing dirumah.


Ganti Makanan Kucing Secara Bertahap

Dalam mengganti makanan kucing kalian harus melakukan transisi makanan kucing pada proses pergantiannya. Apakah Transisi itu? Transisi adalah pengalihan, yang berarti mencampur makanan kucing beda merk yang kalian pilih dengan makanan kucing yang sudah lama atau sudah biasa kalian berikan.


Apabila kalian sudah menentukan makanan baru untuk kucing kalian, bukan berarti kalian bisa langsung memberikannya pada kucing di hari selanjutnya. Pencampuran makanan baru dengan makanan lama harus dilakukan secara bertahap dan dengan rentan waktu tertentu supaya kucing terbiasa dan tidak menimbulkan masalah pencernaan.


Misalkan disini kita menggunakan waktu 7 hari untuk penyesuaian makanan kucing yang baru kalian ganti, maka dalam proses pergantian kalian harus memberikan dengan cara seperti dibawah ini.


Hari 1 – 2 : 25% Makanan Baru dan 75% Makanan Lama

Hari 3 – 4 : 50% Makanan Baru dan 50% Makanan Lama

Hari 5 – 6 : 75% Makanan Baru dan 25% Makanan Lama

Hari ke 7 : 100% Makanan Baru


Waktu dan banyaknya pemberian makan bisa kalian sesuaikan dengan kucing kalian masing masing, semua kucing memiliki kondisi tubuh yang berbeda jadi ketika mengganti makanan selalu perhatikan efek pada kucing setiap harinya.


Proses Ganti Makanan Kucing


Cara tersebut juga bisa digunakan dalam cara mengganti makanan kucing dari basah ke kering, kucing yang sering makan makanan basah terkadang sulit untuk mau makan makanan kering karena belum terbiasa. Untuk pertama kalian bisa mencampurkan makan kering ke dalam makanan basah secara bertahap sampai kucing terbiasa.


Apabila dalam proses pergantian makanan tersebut terjadi masalah pencernaan seperti mencret atau kucing tidak mau makan jangan terlalu panik, karena dalam mengganti makanan kucing juga membutuhkan waktu dan penyesuaian. Jadi, apakah kalian sudah tahu kapan waktu mengganti makanan kucing yang tepat dan cara mengganti makanan kucing yang benar? Demikian mengenai proses pergantian makanan kucing peliharaan, semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk semuanya.

LihatTutupKomentar