-->

Mengetahui Asites pada Kucing

Apakah kalian sudah tahu mengenai Asites pada kucing? Asites pada kucing adalah timbunan cairan yang tidak normal (abnormal) yang terjadi pada rongga besar yang dilingkupi otot perut (Abdomen) pada kucing. Mungkin beberapa dari kalian pernah mengetahui adanya sebuah pembengkakan pada perut kucing, hal ini akan membuat kucing merasa nyeri dan menjadi tanda terbentuknya cairan dan mempengaruhi kondisi kesehatan pada kucing itu sendiri.


Banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan asites pada kucing, seperti yang sudah dikatakan diatas, asites yang terjadi pada kucing merupakan kondisi dimana cairan yang ada dalam perut kucing jumlahnya terakumulasi dan sangat bervariasi dari tingkat keparahan yang diderita oleh kucing itu sendiri. Pada umumnya cairan yang ada dalam perut tersebut akan melalui tahapan dalam pembentukannya, cairan ini berasal dari pembuluh darah kucing, organ dalam kucing dan juga berat atau isi perut kucing.


Asites Kucing


Asites pada kucing juga disebut dengan Ascites, ketika kucing terkan penyakit ini maka kucing akan mengalami gangguan fisiologis (Fungsi kerja) dan akan membuat kucing menjadi tidak nyaman, mengalami penurunan aktivitas dari biasanya, nafsu makan kucing menurun, pernafasan kucing terganggu, percernaan kucing bermasalah dan pada kasus yang lebih serius kucing juga bisa mengalami gangguan fungsi ginjal, hati, jantung dan penyakit dalam lainnya.


Baca Juga : Pyometra pada Kucing yang Berbahaya


Mengetahui semua jenis penyakit yang bisa terjadi pada kucing peliharaan perlu kita lakukan karena dengan mengetahuinya kita akan bisa memberikan perawatan awal pada kucing yang terkena penyakit. Lalu apa penyebab ascites pada kucing? Berikut ini adalah penyebab, gejala, dan cara mengobati ascites pada kucing secara umum yang perlu kalian ketahui.


Penyebab Asites pada Kucing

Asites pada kucing bisa disebabkan oleh banyak faktor, kondisi dan juga penyakit lain yang diderita oleh kucing, Dibawah ini adalah beberapa penyebab asites kucing yang perlu kalian tahu.

  • Pendarahan organ dalam pada kucing
  • Kucing terkena kanker didaerah perut
  • Kantung kemih kucing mengalami robek
  • Kucing mengalami gangguan fungsi ginjal (Sakit ginjal pada kucing)
  • Kucing mengalami gangguan fungsi hati (Hepatitis pada kucing)
  • Kelenjar kucing mengalami gangguan
  • Kucing mengalami gagal jantung
  • Kucing hernia
  • Usus pada kucing saling melilit (Torsi usus pada kucing)
  • Gangguan fisik pada kucing seperti robeknya otot peritoneum (Otot lapisan dinding abdomen kucing) yang menyebabkan cairan dalam perut bisa mengalir dan menumpuk
  • Kucing minum secara berlebihan


Gejala Asites pada Kucing

Ketika kucing mengalami asites maka ada gejala yang mungkin akan terlihat, tentunya kita juga harus mengetahui hal ini supaya jika gejala sejak dini sudah diketahui kita bisa segera memberikan perawatan ataupun membawa kucing kita kedokter. Dibawah ini adalah gejala asites pada kucing yang perlu kalian ketahui.

  • Ketika kucing terkena asites maka akan terjadi pembengkakan pada perut kucing, dan jika kalian mencoba untuk menekan perutnya maka akan terasa cairan dalam jumlah banyak ada dalam perut kucing
  • Kucing akan terlihat lemah lesu tidak seperti pada umumnya, hal ini merupakan tanda yang paling jelas jika kucing sedang sakit
  • Selain lemah lesu nafsu makan kucing juga akan mengalami penurunan dan bahkan kucing bisa tidak mau makan sama sekali
  • Kucing juga bisa mengalami masalah pernapasan yang membuat kucing jadi kesulitan bernafas, dalam beberapa kasus juga ada yang disertai dengan batuk
  • Penurunan berat badan kucing juga bisa terjadi dalam masa ini, jika mendadak kucing kalian mengalami penurunan berat badan yang drastis maka kalian perlu mencari tahu apa penyebabnya
  • Pada kucing jantan, selain pembengkakan di perut juga akan ada pembengkakan pada daerah alat kelaminnya
  • Semua kucing sakit pasti akan mengalami gejala yang umum terjadi seperti demam, muntah dan juga diare. Semua hal tersebut juga merupakan gejala asites pada kucing yang sering terjadi
  • Selain memiliki gejala mirip dengan penyakit lain diatas, frekuensi buang air kucing juga bisa menjadi tanda asites kucing. Jika kucing kalian mengalami kenaikan frekuensi buang air atau lebih sering buang air daripada biasanya hal tersebut juga perlu segera ditindak lanjuti


Ascites Kucing


Cara Diagnosa Asites pada Kucing

Diagnosa asites kucing atau cara menentukan jenis penyakit ini bisa dilakukan dengan melihat dan juga memeriksa gejala yang dialami oleh kucing, meski hal ini harus dilakukan oleh dokter kucing namun dalam prosesnya kalian juga perlu untuk mengetahuinya. Berikut adalah cara mendiiagnosa asites pada kucing yang umumnya dilakukan oleh dokter hewan.


Baca Juga : Kulit Kering dan Ketombe pada Kucing


Saat pertama kali datang biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan lengkap untuk menentukan penyakit apa yang dialami oleh kucing dan selanjutnya akan dilakukan tes untuk memastikannya.

  • Melakukan tes darah pada kucing
  • Melakukan tes urin pada kucing
  • Melakukan USG pada kucing atau juga bisa menggunakan X Ray
  • Memeriksa cairan yang ada pada perut kucing
  • Diagnosa diatas belum tentu sudah lengkap, ada juga beberapa cara lain yang bisa dilakukan dokter hewan seperti menggunakan Rontgen pada kucing dan juga identifikasi parasit.


Cara Mencegah Asites pada Kucing

Supaya kucing tidak mudah untuk terkena asites maka ada beberapa cara yang bisa kita lakukan, beberapa cara ini sebenanya adalah perawatan kucing yang umum dilakukan namun karena kebanyakan orang terkadang juga lupa maka tentu saja kita harus tetap membahasnya.


Pemberian obat cacing pada kucing secara teratur bisa mencegah kucing terkena asites karena dengan memberikan kucing obat cacing maka kucing akan terhindar dari beberapa masalah yang berkaitan dengan parasit.


Selain obat cacing kalian juga harus memberikan vaksinasi pada kucing, berikan vaksin booster jika diperlukan karena dengan memberikan booster maka vaksin akan lebih bekerja dengan maksimal. Selain itu melakukan pengulangan vaksin setiap tahun juga tidak boleh dilupakan, dengan memberikan vaksin secara lengkap dan teratur maka kucing akan terhindar dari serangan virus yang berbahaya bagi kucing.


Berikan nutrisi yang cukup untuk kucing kalian dengan menggunakan makanan kucing yang berkualitas ataupun juga bisa menggunakan beberapa suplemen tambahan untuk kucing. Ketika kebutuhan nutrisi kucing terpenuhi maka beberapa organ dalam kucing hampir bisa dipastikan tidak akan mengalami masalah.


Gejala Kucing Ascites


Perawatan Asites pada Kucing

Cara merawat kucing asites biasanya harus menunggu keputusan dokter hewan dimana kucing diperiksa, karena kita tidak mengetahui bagian mana yang menjadi masalah untuk kucing tersebut. Beberapa perawatan memiliki fungsi yang berbeda, berikut ini adalah cara melakukan perawatan pada kucing terkena asites yang bisa dilakukan.

  • Menghilangkan cairan yang ada dalam perut kucing, dalam hal ini biasanya dokter akan menggunakan kateter untuk mengeluarkan cairan tersebut
  • Menggunakan obat yang meningkatkan frekuensi buang air kecil pada kucing untuk mengurangi cairan yang ada
  • Memberikan antibiotik pada kucing untuk mencegah infeksi lanjutan
  • Jika terjadi permasalahan pada ginjal kucing maka kita harus memberikan makanan yang rendah protein dalam kandungannya
  • Jika terjadi masalah pada liver kucing maka pemberian antibiotik dan juga memberikan nutrisi khusus pada kucing perlu dilakukan
  • Jika terjadi masalah pada jantung kucing bagian kanan maka diet nutrisi perlu dilakukan. Pemberian makanan kucing dengan kandungan rendah sodium, diuretic sangat disarankan
  • Pemberian obat anti parasit juga bisa dilakukan karena asites bisa disebabkan karena parasit yang menyebabkan masalah pada pencernaan kucing

Cara perawatan diatas belum tentu sepenuhnya benar, jadi untuk lebih tepatnya kalian bisa mengikuti arahan yang diberikan oleh dokter atau juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter dengan memberikan kondisi kucing yang ada.


Pengobatan Asites pada Kucing

Obat untuk asites kucing akan diberikan oleh dokter setelah melakukan pemeriksaan dan penanganan pada kucing. Ketika diagnosa sudah dilakukan maka dokter pasti akan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kucing kalian. Biasanya dalam langkah awal hal yang harus dilakukan adalah mengeluarkan cairan pada perut kucing dengan menggunakan obat perangsang atau juga bisa menggunakan kateter.


Baca Juga : Rabies pada Kucing yang Mematikan


Apabila kondisi pengeluaran cairan tersebut tidak berhasil maka operasi pembedahan kucing juga bisa dilakukan. Dengan melakukan operasi maka cairan yang ada pada perut kucing sudah bisa dipastikan akan keluar dengan bersih. Setelah operasi asites kucing dilakukan biasanya antibiotik akan diberikan untuk mencegah infeksi tambahan yang mungkin bisa terjadi.


Dalam masa pemulihan kucing tidak boleh sembarangan dalam masalah konsumsi, ikuti saran yang diberikan dokter untuk membantu pemulihan kucing dan juga mempercepat prosesnya. Lakukan sesuai saran yang diberikan maka kucing pasti akan segara sehat dan pulih seperti sedia kala. Demikian mengenai Asites pada kucing atau Ascites kucing, semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk semuanya.

LihatTutupKomentar