-->

Resiko Kucing Terlalu Gemuk atau Kucing Obesitas

Seperti yang sudah banyak diketahui orang bahwa memelihara kucing dirumah bisa dijadikan sebagai mood booster atau juga bisa dijadikan sebagai teman tambahan. Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang sangat digemari karena sifat kucing yang sangat bersahabat terkadang bisa menghibur dan menghilangkan kebosanan kita dengan mengajaknya bermain.


Selain itu, perawatan pada kucing juga tergolong mudah daripada hewan peliharaan lain. Sifatnya yang manja dan mudah untuk diajak bermain menjadikan banyak orang menyukainya. Ketika kita sudah memutuskan memelihara kucing tentunya kita harus memperhatikan kesehatan kucing tersebut, mulai dari makanan, vitamin, kebersihan kandang, dan juga beberapa keperluan kucing lainnya.


Kucing yang Terlalu Gemuk


Beberapa orang yang sangat suka dengan kucing terkadang memberikan makan kucing secara berlebihan, karena hal ini berat badan yang dimiliki kucing menjadi naik dan kucing menjadi gendut. Kucing gendut memang lebih terlihat lucu dan menggemaskan, karena hal inilah sebagian besar orang sering memanjakan kucing peliharaan dan memberikan makanan diatas rata rata.


Membuat kucing menjadi gendut sebenarnya tidak ada salahnya, namun yang perlu diketahui adalah batasan berat badan kucing dalam ukuran kesehatannya. Kucing yang terlalu gendut bisa mengalami obesitas, tentunya kalian semua tahu bukan jika obesitas merupakan hal yang tidak baik?  Kucing yang mengalami obesitas akan rentan mengalami masalah kesehatan lainnya, untuk itu pertama mari kita bahas mengenai penyebab kucing obesitas terlebih dahulu.


Penyebab Kucing Obesitas atau Terlalu Gemuk

Obesitas pada kucing bisa disebabkan berbagai hal, pada umumnya obesitas yang dialami oleh kucing disebabkan karena kesalahan perawatan oleh pemiliknya. Sebagai pemilik kucing kita harus memahami hal ini supaya kucing terhindar dari kesalahan perawatan yang bisa mempengaruhi masalah kesehatan pada kucing. Berikut ini adalah beberapa penyebab kucing obesitas.


Pemberian Makanan yang Berlebihan

Seperti yang sudah dikatakan diatas, kebanyakan pemilik kucing seringkali memberikan makana secara berlebihan untuk menggemukkan kucing mereka. Sebenarnya hal ini dilakukan bukan karena ingin kucingnya obesitas namun karena ingin menambah berat badan kucing namun tidak memperhatikan batasan yang dimiliki kucing mereka.


Porsi makan yang berlebihan akan membuat kucing menjadi lebih cepat gemuk, hal ini merupakan penyebab utama kucing obesitas. Selalu perhatikan pemberian makan pada kucing, jangan selalu mengisi tempat makan yang kosong karena kucing mengeluarkan suara. Kucing akan selalu mengeong dengan ada tidaknya makanan pada tempat makan mereka, jadi jangan berfikir kucing selalu lapar.


Baca Juga : Pergantian Makanan Kucing dengan Transisi Makanan


Makanan kering untuk kucing atau dry food sering dijadikan sebagai makanan utama untuk kucing karena memang makanan ini sangatlah mudah dalam pemberiannya pada kucing. Dry food kucing setiap merk selalu memiliki kandungan yang berbeda, jadi pilihlah makanan yang menurut kalian bagus untuk kucing kalian. Pada kemasan makanan kucing selalu diberikan takaran sajian yang baik, ikuti takaran ini dan jangan memberikan makanan pada kucing melebihi takaran tersebut.


Selain kandungan biasanya makanan kucing juga dikhususkan dari usia kucing itu sendiri, jadi makanan untuk kucing kecil dan makanan untuk kucing yang sudah dewasa akan berbeda. Sesuaikan makanan yang diberikan menurut usia kucing kalian, karena kandungan pada makanan tersebut akan berbeda. Umumnya anak kucing akan membutuhkan nutrisi yang lebih baik karena untuk memaksimalkan pertumbuhannya, dan juga harga makanan kucing untuk kucing kecil lebih mahal.


Makanan yang ideal untuk kucing pasti memiliki kandungan 3 komponen penting, yaitu protein, lemak dan juga karbohidrat. Setiap merk sudah pasti akan memiliki kandungan tersebut, namun yang membedakan adalah banyaknya ukuran kandungan tersebut pada tiap makanan kucing. Selalu perhatikan kandungan tiap makanan kucing, bila perlu baca atau lihat review makanan kucing yang ada untuk menambah informasi makanan kucing yang akan diberikan.


Sterilisasi pada Kucing atau Kebiri Kucing

Sterilisasi pada kucing memang sangat bagus untuk kesehatan kucing karena dengan melakukannya kucing akan terbebas dari penyakit yang berkaitan dengan hormon. Kebanyakan pemilik kucing yang memelihara satu ekor kucing saja lebih memilih melakukan sterilisasi pada kucingnya, hal ini dilakukan karena mereka menginginkan kucingnya menjadi lebih sehat.


Kucing yang dikebiri tidak akan mengalami masa birahi, jadi tidak ada istilah kucing yang berisik lagi. Selain itu kucing juga menjadi lebih pendiam, memiliki nafsu makan yang tinggi dan lebih sering berada didalam rumah. Itulah beberapa kelebihan kebiri pada kucing, namun dibalik itu semua berat badan kucing akan lebih mudah bertambah karena keuntungan tersebut.


Baca Juga : Sterilisasi pada Kucing yang Perlu Diketahui


Ketika kucing telah dikebiri, kucing akan cenderung lebih suka makan. Karena hal ini berat badan kucing akan semakin bertambah dan kemungkinan kucing mengalami obesitas juga menjadi lebih besar. Perhatikan pola makan pada kucing yang telah dikebiri, karena jika tidak berat badan kucing akan bertambah dengan cepat dan obesitas bisa terjadi kapan saja pada kucing.


Kucing Kurang Aktivitas

Beberapa jenis kucing memiliki ciri khas sifat yang malas, salah satu kucing ras yang memiliki sifat ini adalah kucing persia. Kucing persia merupakan salah satu kucing yang sering berdiam diri saja didalam rumah dan jarang melakukan aktivitas seperti kucing lain. Karena hal ini maka berat badan pada kucing persia menjadi lebih mudah bertambah.


Sebagian pemilik kucing memiliki kesibukan mereka sendiri, jadi waktu untuk mengajak kucingnya bermain sangatlah minim atau kurang. Mengajak bermain kucing selain membuat kucing senang, menjadi lebih dekat dengan kucing juga membuat kucing menjadi bergerak. Kucing yang sering bermain akan tidak mudah menjadi gemuk karena kegiatannya, jadi mengajak kucing bermain juga mencegah obesitas terjadi pada kucing kita.


Ketika sudah memutuskan memelihara kucing maka kita harus memiliki tanggung jawan dalam memeliharanya, jadi selalu sisakan waktu untuk bermain dengan kucing meski hanya sebentar saja. Kucing yang jarang beraktivitas akan memiliki kemungkinan mengalami obesitas, jadi jika hanya memiliki sedikit waktu untuk bersama dengan kucing maka setidaknya belikan kucing mainan supaya kucing kalian ada aktivitas dengan mainannya.


Bahaya Obesitas pada Kucing

Obsesitas pada kucing terjadi karena berat badan yang berlebihan, ironisnya hampir semua pemilik kucing menginginkan kucing mereka gemuk. Kucing terlalu gemuk selain memiliki kelebihan juga memiliki kekurangan karena kucing gemuk akan lebih rentan dengan berbagai macam pebtakit. Dibawah ini adalah beberapa penyakit yang sering terjadi pada kucing yang kegemukan atau obesitas.


Bahaya Obesitas pada Kucing


Kucing Menjadi Susah Bergerak

Kucing terkenal dengan sifatnya yang mandiri dan suka membersihkan tubuh mereka dengan grooming. Pada umumnya kucing akan sering menjilati bagian tubuh mereka untuk membersihkan dirinya dari kotoran dan membersihkan bulunya yang rontok. Kegiatan ini akan sangat mudah dilakukan oleh kucing jika memiliki badan yang ideal dan tidak terlalu gemuk, lalu apa yang terjadi jika badan kucing terlalu gemuk?


Ketika kucing memiliki berat badan yang berlebihan maka kucing akan cenderung susah untuk menggerakkan tubuhnya, jika hal ini terjadi maka kemungkinan besar grooming yang biasa kucing lakukan akan jarang dilakukan oleh kucing. Kucing yang jarang melakukan grooming akan lebih mudah kotor, karenanya beberapa penyakit kulit pada kucing akan lebih mudah masuk pada tubuh kucing. Jadi jagalah berat badan kucing supaya hal ini tidak terjadi pada kucing kalian.


Kucing Bisa Mengalami Permasalahan pada Kulit

Hal ini sebenarnya juga belum saya pastikan secara pribadi, namun banyak yang mengatakan jika kucing obesitas maka gangguan kulit akan sering terjadi pada kucing. Hal ini kemungkinan besar juga disebabkan karena kurangnya grooming yang dilakukan oleh kucing, namun beberapa kemungkinan lain bisa juga terjadi.


Sistem Motorik Kucing Mengalami Gangguan

Sistem motorik adalah sistem yang mengatur pergerakan otot tubuh dan kerjanya adalah untuk memungkinkan tubuh melakukan aktivitas. Ketika kucing memiliki tubuh yang gemuk maka kinerja tubuhnya akan menjadi lamban jika dibandingkan dengan kucing yang memiliki berat badan yang ideal, tentunya hal ini terjadi karena badan kucing yang terlalu berat.


Baca Juga : Berat Badan Ideal pada Kucing yang Baik


Ketika kucing mengalami obesitas maka kucing akan menjadi kesulitan bergerak, hal ini akan mengganggu kinerja sistem motorik yang ada pada kucing. Berat lemak yang ada pada kucing dikatakan akan menekan persendian kucing, ketika hal ini terjadi maka akan ada kemungkina kucing akan menderita penyakit yang berkaitan dengan tulang mereka.


Kemungkinan Terjadi Gagal Jantung pada Kucing

Obesitas yang terjadi pada kucing akan membuat jumlah lemak pada tubuh kucing sangat banyak. Dalam hal ini banyak yang mengatakan bahwa lemak yang berlebihan pada otot jantung akan mempengaruhi kinerja jantung pada kucing itu sendiri, hal ini terjadi karena jantung akan kesulitan dalam mengalikan darah keseluruh tubuh kucing yang mengalami obesitas.


Awalnya jantung kucing akan bekerja lebih keras daripada sebelumnya, lalu jika hal ini terus terjadi akan ada kemungkinan kerja jantung akan terhambat. Kerja jantung kucing yang terhambat akan membuat kucing kekurangan oksigen dan pada akhirnya serangan jantung akan dialami oleh kucing yang obesitas ini. Serangan jantung pada kucing bisa berbahaya, selain itu juga tidak mudah untuk disembuhkan.


Kucing Rentan Terkena Batu Ginjal

Kucing obesitas memang rentan terkena penyakit pada bagian tubuhnya, salah satu resiko penyakit kucing obesitas adalah gangguan saluran kemih. Kucing yang terkena saluran kemih akan mengalami kesulitan buang air kecil, pada awalnya mungkin akan terlihat biasa saja dan hanya terlihat kucing sering dalam posisi buang air kecil. Lalu lama kelamaan akan ada darah yang keluar pada air yang dikeluarkan oleh kucing.


Infeksi saluran kemih pada kucing bisa menyebabkan terjadinya batu ginjal kucing, meski hal ini bisa disembuhkan namun kemungkinan kambuh juga ada. Ketika kucing terkena batu ginjal biasanya makanan yang diberikan akan berbeda, selain itu juga ada beberapa perawatan yang bersifat membantu lainnya.


Penyakit Liver pada Kucing

Penumpukan lemak biasa terjadi ketika kucing mengalami obesitas, tentunya penumpukan lemak ini bisa terjadi pada semua organ dalam kucing. Hati kucing yang mengalami penumpukan lemak akan ada resiko penurunan fungsi dan mengganggu beberapa fungsi lainnya. Ketika penumpukan semakin berlebihan resiko penyakit hati akan semakin besar dan tentunya beberapa penyakit lain serta virus bisa ikut masuk karena daya tahan tubuh kucing mengalami penurunan.


Distokia pada Kucing

Distokia atau kesulitan melahirkan pada kucing hanya terjadi pada kucing yang memiliki berat badan yang berlebihan atau obesitas. Distokia kucing terjadi karena penumpukan lemak yang ada pada tubuh kucing, karena penumpukan lemak ini kucing betina akan kesulitan dalam mengeluarkan anaknya. Distokia akan menyebabkan masalah pada kesehatan induk kucing dan juga anak yang ada dalam perut, karena itu jaga selalu berat badan kucing betina kalian mulai sekarang.


Penanganan Kucing Obesitas yang Perlu Dilakukan

Cara mengatasi kucing obesitas pada umumnya hampir sama dengan manusia karena gejala dan resiko yang terjadi juga hampir sama entah pada manusia ataupun kucing. Berbeda dengan manusia yang bisa mengontrol pola makan mereka sendiri, kucing tidak bisa melakukan hal tersebut jadi peran pemilik kucing sangat diperlukan dalam hal ini.


Penanganan Berat Badan Kucing


Peran pemilik kucing sangat penting dalam hal ini, kalian harus bisa membantu kucing untuk menurunkan berat badannya. Beberapa program diet kucing perlu dilakukan, pola makan, kegiatan pada kucing, nutrisi yang diberikan, dan beberapa hal lain harus diperhatikan. Kalau kalian kurang mengerti mengenai hal tersebut maka mengunjungi dokter hewan adalah pilihan yang tepat.


Lakukan konsultasi pada dokter hewan langkah apa saja yang harus dilakukan, jelaskan kondisi kucing sesuai dengan keadaan yang ada dan berikan informasi dengan detail. Dengan informasi yang jelas maka dokter akan lebih mudah untuk menentukan program diet untuk kucing kesayangan dan hal apa saja yang perlu dilakukan saat masa diet pada kucing berlangsung.


Hal umum yang mesti dilakukan adalah pengurangan jumlah porsi makanan kucing, namun kemungkinan juga akan ada pergantian merk makanan kucing jika diperlukan. Kucing obesitas akan malas untuk bergerak, jadi kalian wajib untuk mengajak kucing bermain entah itu hanya mainan biasa atau mengajaknya jalan berkeliling. Lakukan program diet sampai ada kemajuan yang terlihat, dalam hal ini kesabaran dan komitmen sangat diperlukan.


Bagi yang ingin berbagi pengalaman atau menambahkan informasi seputar artikel ini maka silahkan berkomentar pada kolom komentar dibawah, karena dengan melakukan hal tersebut semuanya dapat mengetahui praktek yang telah dilakukan. Demikian mengenai akibat kucing obesitas yang bisa terjadi, semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk semuanya.

LihatTutupKomentar